Jungkir Balik Kehidupan Iko Uwais, Dari Balik Kopling Hingga Berlaga

Aktor laga yang sukses membintangi beberapa film action di Indonesia, Iko Uwais, ternyata memiliki latar belakang yang tidak mendekati dunia entertainment pada awalnya. Pemeran utama dalam sekuel The Raid, The Raid 2: Berandal, ini ternyata merupakan prestasinya yang membuat aktor ini makin laris dikejar target syuting. Aksinya yang begitu apik membuatnya cocok berlaga memerankan tokoh dengan kemampuan pencak silat tradisional yang kini beken tersebut. Terang saja, pemuda yang memiliki darah asli Betawi ini pernah meraih juara nasional dalam beberapa tahun silam.
Jungkir Balik Kehidupan Iko Uwais, Dari Balik Kopling Hingga Berlaga
Nama Iko Uwais memang terbilang baru didengar, namun prestasinya yang gemilang mengantarkannya dilirik untuk membintangi sejumlah film bioskop. Wajah yang tampak dengan tubuh tegap sixpack miliknya jelas membuatnya layak membintangi film-film laga Indonesia. Tentu saja aktor laga Indonesia seperti Barry Prima, Advent Bangun, George Rudy dan lainnya sempat ngiri karena nama Iko masih baru di kalangan dunia perfilman namun mampu menyabet prestasi yang sedemikian gemilang.
Lelaki yang kini berusia 31 tahun ini bukan dengan mulus masuk ke dunia perfilman seperti sekarang ini. Pemuda yang lahir di Jakarta 12 Februari 1983 ini memang memiliki keahlian di bidang pencak silat sejak berusia 10 tahun. Ketika itu, Iko memang giat berlatih di perguruan Tiga Berantai milik pamannya dengan aliran silat Betawi. Aktor yang mengidolakan Jacky Chan ini bercita-cita menjadi atlet sepak bola, namun sekolah sepak bola yang ditekuni mengalami kebangkrutan. Niat untuk mendalami silat diikrarkan setelah pengalaman tersebut. Namun prestasi yang gemilang yang membuat Iko menyabet banyak medali kejuaraan pencak silat membuatnya melanglang buana ke berbagai negara. Negara-negara yang pernah dikunjunginya seperti Inggris, Rusia, Laos, Dan Perancis.
Lika-liku pekerjaan untuk mencari uang sempat dialami oleh Iko di masa hidupnya. Bahkan profesi seperti supir truk pernah dijalaninya sebelum namanya terkenal di layar kaca. Pekerjaan menjadi supir truk di salah satu perusahaan swasta provider telekomunikasi inilah yang kemudian mengubah tekat Iko untuk sukses. Semua berawal dari kunjungan Gareth Evans, sutradara asal Wales, yang tiba-tiba datang di tempat latihan Iko dan teman seperguruannya. Gareth kemudian jatuh hati dengan Iko padahal dalam film dokumenternya itu hanya ingin memuat seputar latihan pencak silat belaka.
Gareth kemudian menyadari akan kharisma alami nan kuat dalam diri Iko ketika memperagakan gerakan pencak silat yang dikuasainya. Kemudian tanpa pikir panjang, Gareth memasukkan nama Iko pertama kalinya dalam film garapannya berjudul merantau. Iko jelas sangat menyambut apik tawaran main tersebut. Terutama film tersebut bertajuk pencak silat yang dikuasainya. Setelah akting yang apik ditunjukkan oleh Iko membuatnya menjadi buruan film laga lain yang kini telah dikantonginya.
Jungkir Balik Kehidupan Iko Uwais, Dari Balik Kopling Hingga Berlaga | admin | 4.5