Kecanduan Internet Bisa Merusak Saraf Otak? Waspada atau Tidak?!

Banyak sekali kontroversi seputar dunia teknologi dan kesehatan. Meskipun seringkali berakhir dengan ditemukannya hubungan yang buruk, kecanduan internet dengan kerusakan otak hingga saat ini belum melahirkan hasil yang pasti. Padahal selama ini telah banyak ahli kesehatan maupun peneliti di bidang kesehatan yang memberikan pernyataan bahwa hubungan keduanya akan menghasilkan satu dampak yang negatif. Entah isu ataukah hanya mitos peneliti saja yang mengatakan bahwa pengguna internet yang ekstrim membuat rusak sebagian sel otak mereka. Hal ini dikarenakan studi khusus tentang hal ini ternyata belum ada yang benar-benar bisa membuktikan isu ini. Padahal berita ini sempat digencar-gencarkan di kalangan pemuka kesehatan. 
Kecanduan Internet Bisa Merusak Saraf Otak? Waspada atau Tidak?!
Seorang ahli saraf, Kathryn Mills yang juga seorang mahasiswi PhD di University College London membuktikan bahwa isu ini hampir tidak benar. Perempuan ini mengungkapkan bahwa, studi yang dilakukannya melibatkan 135 remaja pengguna internet ekstrim, tidak pernah sekalipun menunjukkan tanda-tanda kerusakan otak. Kinerja berpikir, mengingat, dan aktivitas otak lainnya tidak mengalami masalah. Sehingga ditarik kesimpulan bahwa hasilnya adalah negatif. “Saya belum menemukan bukti bahwa penggunaan internet yang berlebihan dapat merusak saraf otak remaja,” tungkas Mills dalam sebuah konferensi pers di London, belum lama ini seperti dikutip dari media Daily Mail, Jumat (23/5/2014).
Pernyataan Mills juga disebutkan dalam makalah yang diterbitkan dalam jurnal Trends in Cognitive Sciences. “Saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa penggunaan internet telah atau belum memiliki efek mendalam pada perkembangan otak,” tambahnya. Hal ini jelas secara langsung mengungkapkan bahwa bukti pasti kebenaran isu tersebut masih belum ditemukan. Sehingga isu ini tetap dianggap isu tanpa ada pernyataan penolakan maupun pernyataan yang mendukung.
Kemudian Mills juga mengatakan bahwa jika jawaban dari isu ini ingin diungkap, maka diperlukan studi yang menyelidiki hubungan antara tindakan otak dengan perilaku dan kognisi dalam sampel yang representatif. Namun sejumlah penelitian sejenis sebelumnya sempat dilakukan pada tahun 2011. Penelitian yang dilakukan ahli saraf dan ahli radiologi di universitas dan rumah sakit di China mengklaim kebenaran isu tersebut. Pasalnya, penelitian yang mereka lakukan membuktikan bahwa pengguna internet ekstrim (8-14 jam sehari) ditemukan bahwa sejumlah sel otaknya berkurang.
Pernyataan dari hasil penelitian di China ini dikuatkan dengan penelitian lanjutan yang dilakukan pada tahun 2012. Studi ini menyatakan bahwa kecanduan internet terbukti dapat mengganggu saraf otak remaja sebagai pengguna aktifnya. Penelitian ini didukung dengan hasil scan MRI untuk meneliti otak pecandu internet yang sampelnya diambil dari kalangan remaja. Hasilnya cukup mengejutkan, yakni scan otak yang dilakukan menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang signifikan bagi para remaja. Namun hasil ini sementara hanya dapat membuktikan pada remaja pecandu game online saja. Selain itu, keputusan dari kontroversi ini masih saja mengganjal. Harus percaya atau tidak??!!
Kecanduan Internet Bisa Merusak Saraf Otak? Waspada atau Tidak?! | admin | 4.5