Kisah Sukses Pendiri Gojek

Jakarta merupakan kota metropolitan dengan tingkat aktivitas yang tinggi. Hampir semua jalan di wilayah Jakarta terkena macet, terlebih lagi dijam berangkat dan pulang kerja. Hal ini tentunya sangat menggangu dan membuat kurang nyaman bagi warga ketika akan melakukan aktivitas. Transportasi umum yang disediakan pemerintah tampaknya masih kurang memadai untuk mengurangi kemacetan di Jakarta.

Nadiem Makariem

Banyak warga yang memilih menggunakan ojek agar terhindar dari macet. Hal ini membuat Nadiem Makariem untuk mendirikan perusahaan ojek dengan sistem online. Perusahaan tersebut bernama Go-Jek atau lebih dikenal dengan Gojek.

Nadiem hidup dalam keluarga yang bukan berlatar belakang pengusaha, orang tuanya berasal dari kota di wilayah Jawa Tengah. Ayahnya merupakan seorang pengacara, sedangkan ibunya bekerja dibidang non profit. Dalam keluarganya, hanya Nadiem yang terjun menjadi seorang pengusaha.

Kisah pendiri Gojek ini dimulai sejak SMA, Nadiem pindah ke Singapura untuk sekolah. Kemudian ia melanjutkan di Amerika untuk mengambil jurusan International Relations di Brown University. Setelah itu, Nadiem melanjutkan jenjang S2 nya di Harvard Business School dan menyandang gelar MAster of Business Administrator.

Awal Berdirinya Gojek

Sebagai pengguna ojek di Jakarta, Nadiem melihat banyak tukang ojek yang justru menghabiskan waktu di pangkalan untuk menunggu penumpang. Hal ini tentunya kurang efektif dan efisien, sehingga Nadiem mendirikan Gojek pada tahun 2011. Wilayah operasi Gojek meliputi Jabodetabek, dan yang paling banyak di wilayah Jakarta Selatan dan Pusat. Hingga saat ini, perusaahaan ini sudah memiliki lebih dari 3000 pengojek yang bekerja.

Selain membantu terhindar dari macet, Gojek juga menggunakan sistem pesanan dengan cara online. Ini yang membuat Gojek lebih menarik karena dapat dipesan melalui aplikasi di smartphone. Hal lain yang membuat kita nyaman adalah Ojek yang kita naiki memiliki GPS, yang membuat kita lebih aman sebagai pengguna. Sebagai pendiri Gojek, Nadiem menerapkan tarif untuk penumpang sesuai dengan jarak tempuh. Kemudian cara pembayarannya melalui credit.

Layanan Gojek

Selain mudah dipesan melalui aplikasi smartphone, layanan Gojek juga tidak hanya untuk mengantar penumpang. Anda dapat menggunakan jasa Gojek untuk mengantar barang, ataupun layanan belanja bagi Anda yang tidak ingin keluar rumah. Layanan ini termasuk pembelian makanan, tiket nonton, dan lainnya dengan nominal di bawah 1 juta.

Kisah Sukses Pendiri Gojek

Layanan tersebut tentu sangat bermanfaat bagi warga di ibu kota karena dalam perusahaan memberikan layanan yang cepat. Misalnya untuk kurir, hanya membutuhkan waktu 90 menit di dalam kota, kemudian belanja makanan hanya membutuhkan waktu 60 menit hingga pesanan tersebut sampai ke rumah Anda.

Penghasilan Pengojek

Para tukang ojek yang bergabung dengan Gojek memiliki penghasilan yang lebih tinggi dibanding saat jadi ojek pangkalan. Rata-rata mereka mendapatkan penghasilan sekitar 3 juta perbulan. Uang tersebut merupakan hasil yang sudah dipotong dari perusahaan 20%. Jadi, pendiri Gojek menerapkan sistem bagi hasil. Dimana 20% untuk perusahaan dan 80% untuk pengojek.

Inovasi yang dibuat oleh pendiri Gojek, membuat banyak penghargaan yang diterimanya dalam segi bisnis dan keamanan. Selain itu sistem pembayaran yang transparan membuat para pengguna jasa Gojek lebih nyaman. Dari testimoni pengguna Gojek, mereka merasa sangat puas dengan sistem yang mudah sesuai perkemabangan zaman yaitu menggunakan teknologi smartphone. Pengguna cukup menginstall aplikasi kemudian pesan sekaligus memantau status pesanannya.

Baca juga artikel mengenai Kisah sukses Bob Sadino.

Kisah Sukses Pendiri Gojek | admin | 4.5