Lukisan Ekspresionisme dan Pelukisnya

Seni melukis merupakan salah satu cabang seni rupa yang merupakan pengembangan lebih utuh dari pada menggambar. Setelah sebelumnya kita membahas tentang lukisan karya Affandi, kali ini kita akan membahas lukisan ekspresionalisme dan pelukisnya.

Aliran ekspresionisme adalah kecenderungan seorang seniman untuk mencurahkan kenyataan dengan efek-efek emosional. Emosi disini cenderung menuju kepada emosi marah atau depresi daripada emosi gembira. Ekspresionisme tidak hanya di temukan di dalam karya lukis, Anda dapat melihatnya di sebuah film, sastra, dan musik.

Ciri-ciri lukisan ekspresionisme

  • Pengungkapannya merupakan gambaran angan misalnya tentang warna, garis, dan kata-kata.
  • Menciptakan seni dalam diri tanpa adanya kegiatan jasmaniah keluar.
  • Aliran yang menggambarkan aktualitas ke arah sedih, kekarasan, amarah, dan tekanan batin.

Ciri-ciri arsitektur ekspresionisme

  • Mempunyai kebebasan untuk berimajinasi.
  • Mempunyai kebebasan dalam sebuah arsitektur seni.
  • Karya seni yang dihasilkan tidak monoton.
  • Tanpa batasan dalam berekspresi.
  • Ekspresi yang ditunjukan ada pada emosi, kemarahan, dan bahagia.

Ada banyak seniman di dunia yang menggunakan aliran ekspresionisme termasuk di Indonesia ada Affandi, Mardian, Zaini. Selain itu di luar negeri ada Vincent Van Gogh, Edward Munich, dan Egon Schiele. Berikut contoh lukisan ekspresionisme dan pelukisnya yang perlu Anda ketahui.

Judul : Minum Tuak (1987)

Minum Tuak

Lukisan karya Affandi ini salah satu lukisan langka dan unik yang menceritakan tentang orang-orang yang sedang minum-minuman tuak atau arak. Suasana tempo dulu yang sederhana terlihat dalam lukisan ini. Karya seni Affandi memiliki keunikan tersendiri dari segi warna yang natural yang indah begitu menyatu dengan tema.

Judul : The Potato Eaters (1885)

The Potato Eaters (1885)

Karya maestro Vincent ini menggambarkan lima orang yang sederhana yang sedang duduk santai dan makan kentang. Vincent terkenal dengan kedekatannya dngan kaum marjinal sehingga membuatnya menciptakan karya seni yang luar biasa. Awalnya lukisan ini kurang mendapatkan apresiasi namun sekarang dianggap karya seni yang luar biasa karya Vincent Van Gogh.

Judul : The Scream

The Scream

Ini merupakan karya Edward Munich yang paling mahal dengan harga Rp 1,1 triliun. Lukisan ini dilelang pada tahun 2012. Seniman asal Norwegia ini membuat lukisan The sceam menjadi 4 versi, yang terletak di New York dan ke tiga lainnya berada di Norwegia. Menurutnya lukisan ini dibuat dengan penuh inspirasi. Ia mengungkapkan saat dia berjalan bersama dengan kedua temannya di saat matahari terbenam, kemudian langit memerah seperti darah. Ia berhenti dan menyandarkan tubuh ke pagar, kemudian kedua temannya meninggalkan dan Ia merasa ketakutan.

Itulah contoh lukisan ekspresionisme dan pelukisnya yang perlu Anda ketahui. Baca juga Lukisan termahal di dunia.

Lukisan Ekspresionisme dan Pelukisnya | admin | 4.5