Olga Syahputra Kantongi Banyak Teguran Dari KPI

Siapa yang tak mengenal pelawak kondang Olga Syahputra. Pelawak muda nan kocak yang dikabarkan mengalami sakit parah hingga dibawa terbang ke Singapura ini dikritisi merupakan akibat dari perkataan nyelenehnya di depan kamera. Jelas saja, seringkali pelawak asli Betawi itu sering menggunakan banyolan dengan menghina orang untuk mengais rupiah. Teguran dari berbagai pihak pun telah dikantonginya. Rentetan teguran bahkan sanksi dilayangkan Komisi Penyiaran Indonesia atau disingkat KPI seputar lawakan lembengnya di layar kaca.
Olga Syahputra Kantongi Banyak Teguran Dari KPI
Bintang idola yang kini masih terbaring sakit ini memang memiliki ciri khas kemayu dengan lawakan segar seputar kebiasaan orang lain. Ciri khas ini tidak bisa dilepaskan dari sosok Olga yang pernah mendapatkan jabatan sebagai pelawak terlaris di Indonesia ini. Pelaku lawak yang sering tampil di beberapa acara kondang seperti Pesbuker, YKS, Dahsyat dan masih banyak lagi ini cukup banyak mengalami masalah akibat lawakannya yang terkadang tidak terkontrol itu. Namun tahukah Anda mengenai pelanggaran yang pernah disabetnya?
Pria kemayu yang sering menuai kontroversi akibat banyolannya ini sempat tersandung masalah akibat kebiasaan latahnya sekitar tahun 2009 lalu. Pria kelahiran Jakarta 8 Februari 1983 ini pernah latah dengan menyebut nama alat kelamin laki-laki. Hal ini jelas membuatnya ditegur pihak KPI karena acara yang memuat dirinya sedang latah adalah acara live. Beberapa banyolan lain pria dengan nama asli Yoga Syahputra ini sebenarnya sepele, namun tetap dianggap tak pantas oleh pihak KPI untuk disiarkan. Seperti perkataannya yang menyinggung korban perkosaan yang saat itu masih marak kasus perkosaan di dalam angkutan umum. Kali ini peringatan datang dari pihak Organisasi Lentera Merah.
Peringatan yang lain datang akibat pria berumur 31 tahun ini dianggap melecehkan agama Hindu dan Islam. Kata-kata salam dalam agama Islam pernah dilecehkan dengan perkataan Olga, “lu assalamualaikum terus ah, kayak pengemis lu.” Perkataan ini jelas membuat sejumlah ulama geram dan mengirimkan surat protes ke KPI. Belum lagi Ketua DPD FPI DKI Habib Saloim Bin Umar yang akrab disapa Habib Selon sempat murka dengan pernyataan tersebut.
Sedikit berbeda dengan yang dilakukannya dalam melecehkan kepercayaan umat Hindu. Pelecehan ini sebenarnya hanya merupakan improvisasi dari naskah skenario Wayang Bandel. Di acara tersebut, sempat terjadi dialog yang mengisyaratkan bahwa Sang Dursasana ingin menawar Dewi Draupadi yang ditunjukkan dengan perlakukan susila secara raga. Hal ini dinilai tidak sesuai bahkan mengarah pada melecehkan menurut The Hindu Center Of Indonesia yang kemudian melayangkan surat protes ke kantor KPI. Namun kesalahan ini terselesaikan dengan pihak televisi swasta yang menyiarkan program tersebut setelah meminta maaf secara pribadi kepada umat Hindu.
Olga Syahputra Kantongi Banyak Teguran Dari KPI | admin | 4.5