Penyakit Psikologis Bagi Penggemar Anime yang Perlu Diwaspadai

Anime merupakan animasi atau film kartun khas Jepang yang memiliki ciri-ciri gambar berwarna-warni. Anime memiliki tokoh-tokoh dalam berbagai macam cerita, yang kemudian sangat berpengaruh dalam gaya gambar manga, yaitu komik asli Jepang. Hampir setiap pemuda di Jepang menyukai anime. Bahkan penggemar anime saat ini sudah menyebar ke berbagai negara selain Jepang. Mereka gemar menghabiskan waktunya dengan menonton anime.

Kegemaran terhadap anime ternyata mempunyai dampak negatif, salah satunya resiko penyakit psikologis bagi penggemar anime. Walaupun tidak semua penggemar anime memiliki penyakit psikologis, namun harus tetap berhati-hati bagi Anda yang sudah mulai menggemari kartun asal Jepang tersebut. Karena faktor penyebab penyakit psikologis ini juga karena pengaruh lingkungan sekitar kita.

Chuunibyo

Berikut resiko penyakit psikologis bagi penggemar anime

Chuunibyo

Penyakit ini biasanya timbul sejak umur 14 tahun. Anak yang mengidap penyakit ini seolah-olah dirinya mempunyai kekuatan supranatural dan semacamnya. Selain itu ada juga yang bersikap angkuh terhadap orang lain dan sering meremehkan orang lain. Umumnya sikap seperti ini terjadi pada anak yang baru mengalami pubertas. Namun ada juga orang dewasa yang masih bersikap seperti ini. Contoh yang sering kita lihat dari penyakit ini adalah orang yang suka menirukan gaya tokoh anime, dan tokoh super hero lainnya.

Weeaboo

Di Jepang, wanaboo sama saja dengan wapanese atau japanese wannabe yang artinya orang yang suka berlebih-lebihan. Mereka sering disebut dengan penggemar anime yang ekstrim. Umumnya weeaboo ditujukan bagi orang yang senang mempertontonkan dirinya dengan gaya Jepang asli. Padahal mereka bukanlah orang Jepang asli, melainkan terobsesi dengan negara Jepang. Misalnya dalam pakaian, tingkah laku, bahkan bahasa yang diucakpan sehari-hari. Inspirasi orang yang mengidap Weeaboo biasanya berasal dari anime dan manga. Bahkan ada yang beranggapan anime dan manga merupakan panutan hidup. Fenomena Weeaboo ini sudah menyebar ke hampir seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Nijikon

Penyakit psikologis bagi penggemar anime lainnya adalah Nijikon. Ini merupakan istilah Jepang yang merujuk pada orang yang sangat terobsesi dengan wujud berupa anime dan kartun. Selain itu mereka juga menggemari figur boneka dari karakter tersebut. Di Jepang, orang yang terobsesi tersebut menyebut dirinya Nijigen Otaku yang artinya penggemar dua dimensi. Kasus yang sering dijumpai adalah laki-laki penderita Nijikon memiliki rasa cinta pada karakter perempuan di anime atau manga.

Hikikomori

Penyakit seperti Hikikomori biasanya diderita pada anak remaja dari usia 13-20 tahun. Sindrom yang paling jelas dari penyakit ini adalah anak tersebut tidak pernah keluar ruangan pribadi seperti kamar tidur. Bahkan di Jepang pernah terjadi kasus seperti ini dengan tidak pernah keluar kamar selama 10 tahun. Penyakit ini sudah menyebar ke seluruh dunia, dan dianggap sebagai fenomena sosial yang perlu diwaspadai.

Itulah penyakit psikologis bagi penggemar anime yang perlu diwaspadai. Baca juga Hal yang dilarang di Jepang.

activate javascript

activate javascript

Penyakit Psikologis Bagi Penggemar Anime yang Perlu Diwaspadai | admin | 4.5