Permainan Tradisional yang Mulai Hilang

Seiring berkembangnya zaman, permainan tradisional mulai jarang kita temui. Anak kecil zaman sekarang lebih memilih untuk bermain dengan teknologi seperti video game, internet, dan game yang terdapat di smartphone. Selain itu anak-anak sekarang lebih senang melakukan sesuatu yang berhubungan dengan internet seperti menonton video bahkan ada juga yang telah mengetahui sesuatu yang berbau pornografi lewat internet. Hal ini tentunya akan berdampak negatif dalam kehidupan anak karena kurangnya bersosialisasi dengan lingkungan. Permainan tradisional selain sebagai hiburan anak-anak, ini juga dapat membuat anak itu sendiri dapat berkomunikasi baik dengan teman-temannya.

engklek

Berikut permainan tradisional yang mulai hilang dan jarang ditemui

Petak Umpet

Ini merupakan permainan sederhana yang dimainkan minimal 2 orang. Cara memainkannya dimulai dengan hompimpa, yaitu menentunkan siapa yang berperan sebagai pencari teman yang bersembunyi. Anak dengan tugas tersebut biasanya disebut kucing. Dari situ kucing akan menghitung sampai 10 dan dalam waktu tersebut teman yang lain harus sembunyi. Dalam pencarian, kucing harus menyebutkan “hong” sambil meneriakan nama temannya. Jika kucing tidak menyebutkannya maka akan dinyatakan kalah. Hal yang menarik adalah jika target terakhir atau yang tersisa dapat menyentuh tempat dari “hong” tersebut maka semua teman yang tertangkap akan dibebaskan dan kucing akan mengulangi permainan dari awal.

Egrang

Egarang atau dengan nama lain jangkungan adalah permainan tradisional yang terbuat dari tongkat bambu. Tongkat tersebut dibuat dengan ketinggian tertentu sehingga anak yang memainkannya akan terlihat tinggi. Biasanya egrang dimainkan untuk berjalan di atas tempat-tempat yang becek atau banjir, sehingga si anak akan terhindar dari air. Selain itu egrang juga kerap dilombakan dalam berbagai kesempatan seperti peringatan 17 Agustus setiap tahunnya.

Bola Bekel

Permainan tradisional yang mulai hilang adalah bola bekel. Permainan ini umumnya dimainkan oleh anak perempuan, namun ada juga anak laki-laki yang memainkannya. Bekel adalah permainan yang dilakukan dengan melontarkan bola ke atas kemudian menangkapnya kembali. Namun sebelum bola ditangkap secara bersamaan si anak harus merubah posisi atau mengambil biji sesuai dengan peraturan. Jika bola tidak tertangkap maka dinyatakan kalah.

Engklek

Engklek merupakan permainan dengan cara membuat gambar pada bidang datar seperti tanah atau ubin. Gambar tersebut berupa kotak yang berbentuk persegi empat dan persegi panjang. Permainan tradisional ini dimainkan 2 hingga 5 anak dengan cara melompat dengan satu kaki dari kotak satu ke kotak lain secara bergantian. Anak harus mengambil batu atau benda yang dilemparkan sebelumnya.

Lompat Tali

Setiap daerah memiliki nama yang berbeda-beda dari permainan tradisional ini. Namun walaupun berbeda, hampir semua cara memainkannya sama. Tali yang digunakan biasanya terbuat dari karet yang dirangkai hingga memanjang. Dalam permainan ini minimal adalah 4 orang. Yaitu 2 bertugas memegang tali dan 2 lainya melompati tali. Setiap lompatan memiliki level, dan jika si pelompat tidak bisa melewati tali tersebut maka akan bertugas menggantikan yang kalah.

Itulah beberapa permainan tradisional yang mulai hilang. Baca juga Cara bermain kasti dan peraturannya.

activate javascript

Permainan Tradisional yang Mulai Hilang | admin | 4.5